Kategori
Shopping

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja – Pasti kamu pernah mengajak pacar atau suami kamu berbelanja. Mereka tentu tidak terlalu antusias jika harus menemani wanita belanja, apalagi jika yang akan dibeli adalah benda-benda fashion seperti baju, tas atau sepatu.

Sudah menjadi tradisi kalau kebanyakan pria tidak suka menemani pasangannya berbelanja, salah satu alasannya karena “ketika wanita berbelanja itu sangat lama.”

Kenapa sih para pria malas kalau diajak shopping? Inilah beberapa alasan mereka.

Pada Akhirnya Kembali ke Toko Pertama

“Saya sering menemani pacar membeli tas atau sepatu. Biasanya saya kesal kalau dia menghabiskan lebih dari 3 jam hanya untuk membeli sepasang sepatu. Seringnya, dia menemukan sepatu yang bagus di toko pertama, tapi tetap ingin membandingkan model di toko lain. Setelah berputar-putar di lima toko, akhirnya dia kembali ke toko pertama. Hal ini mengesalkan sekali. Jika sudah menemukan yang cocok kenapa tidak langsung dibeli saja?”

Tidak Punya Jawaban Untuk Pertanyaan “Bagus Yang Mana?”

“Tidak apa-apa kalau hanya minta ditemani belanja, walaupun seringkali saya hanya jadi patung hingga pacar saya selesai belanja. Saya hanya kesal jika dia bertanya lebih bagus baju warna merah atau hijau, atau bagus mana tas ini atau ini.. Jujur saya tidak mengerti fashion, menurut saya semuanya bagus. Tetapi pacar saya justru ngambek kalau saya bilang ‘dua-duanya bagus’,”

Sebagai bocoran, pria memang lebih payah untuk urusan fashion. Jika Anda ingin membandingkan dua dress atau tas, jangan ajak pria, ajaklah sahabat wanita atau saudara perempuan Anda, saran dari mereka lebih bisa dipercaya.

Terlalu Ribet Membandingkan

“Saya heran dengan kebiasaan wanita yang memerlukan lebih dari 5 menit untuk membeli sabun mandi. Sedangkan saya hanya akan mempertimbangkan aroma yang pas dan harga yang oke. Tetapi pacar saya seringkali membandingkan aroma dengan sepuluh jenis sabun mandi lain, harga, promo, atau apakah sabun itu juga dipakai oleh teman-temannya. Terlalu banyak pertimbangan yang tidak perlu,”