Kategori
Shopping

Ini Fakta Menarik tentang Belanja yang Nggak Disadari

Ini Fakta Menarik tentang Belanja yang Nggak Disadari

Ini Fakta Menarik tentang Belanja yang Nggak Disadari – Belanja dapat menjadi kegiatan yang mengasyikan. Hampir semua orang tanpa terkecuali bisa jadi otomatis bahagia saat melakukan kegiatan ini.

Kegiatan ini nyatanya memiliki efek yang baik untuk kesehatan mental. Walaupun sekadar lihat-lihat barang, seenggaknya dengan melakukan kita bisa senang sambil berolaharaga.

Apa aja sih fakta menarik dari berbelanja yang jarang kita sadari?

1. Merasa bangga saat nenteng tas belanjaan 

Pernah merasakan perasaan bangga setelah berbelanja dan menenteng tas belanjaan? Kalau kamu pernah ngerasain, berarti kamu termasuk ke dalam 70% orang yang ngerasa bangga akan dirinya saat nenteng tas belanjaan.

Menenteng tas belanjaan dengan merk high-end brand membuat mereka merasa “naik kelas”. Nggak heran kalau tingkat kepercayaan diri cewek meningkat tajam ketika nenteng tas belanjaan di mal.

2. Para shopaholic biasanya menghabiskan jutaan rupiah dalam beberapa jam 

Untuk para shopaholic sejati nggak terlalu memikirkan soal harga, namun kepuasan batin. Tentu mereka memang harus menyiapkan dana yang nggak sedikit. Umumnya, para penggila belanja bakalan rela menyisihkan 50% lebih penghasilan bersih untuk ditabung agar bisa membeli barang yang diinginkan.

Faktanya, para shopaholic ini nggak akan ragu menghabiskan puluhan juta rupiah rupiah dalam waktu yang kurang dari 6 jam! Kalau sudah begini, tentunya penghasilan merekapun harus seimbang dengan pengeluaran.

3. Efektif mengurangi stres dan depresi 

Berbelanja sudah lama digadang-gadang sebagai salah satu hal yang bisa mengurangi dampak stres maupun depresi. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang bisa melepas penat secara instan dengan berbelanja. Dengan begitu, hal ini bisa memicu pelepasan hormon endorphin lebih banyak. Ini bisa memicu perasaan bahagia dan mengurangi tingkat stres dan depresi.

4. Orang Indonesia bisa menawar harga barang up to 50% 

Kebanyakan orang Indonesia itu tega banget waktu menawar barang lebih dari 50% dari harga aslinya. Pasalnya, kita memang terbiasa dan diajarkan untuk selalu menawar harga barang. Nggak peduli mau di pasar tradisional ataupun swalayan, kebanyakan dari kita bakalan selalu menawar harga barang jauh dari harga yang tertera. Hal ini karena biasanya pedagang mematok harga yang jauh lebih tinggi daripada harga jualnya.

5. Merasa aneh kalau belanja sendirian 

Kebanyakan wanita merasa hampa dan aneh ketika berbelanja sendirian. Kenapa begitu? Mereka sering meminta pendapat saat ingin berbelanja barang yang diinginkan. Selain itu, berbelanja dengan saudara atau sahabat tentunya membuat cewek lebih  bersemangat dan happy. Sambil jalan-jalan, mereka bisa sambil bercerita. Maka dari itu, ketika cewek belanja sendirian, dia bakalan ngerasa aneh dan hampa.

 

Kategori
Shopping

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja

Alasan Kenapa Pria Malas Menemani Wanita Belanja – Pasti kamu pernah mengajak pacar atau suami kamu berbelanja. Mereka tentu tidak terlalu antusias jika harus menemani wanita belanja, apalagi jika yang akan dibeli adalah benda-benda fashion seperti baju, tas atau sepatu.

Sudah menjadi tradisi kalau kebanyakan pria tidak suka menemani pasangannya berbelanja, salah satu alasannya karena “ketika wanita berbelanja itu sangat lama.”

Kenapa sih para pria malas kalau diajak shopping? Inilah beberapa alasan mereka.

Pada Akhirnya Kembali ke Toko Pertama

“Saya sering menemani pacar membeli tas atau sepatu. Biasanya saya kesal kalau dia menghabiskan lebih dari 3 jam hanya untuk membeli sepasang sepatu. Seringnya, dia menemukan sepatu yang bagus di toko pertama, tapi tetap ingin membandingkan model di toko lain. Setelah berputar-putar di lima toko, akhirnya dia kembali ke toko pertama. Hal ini mengesalkan sekali. Jika sudah menemukan yang cocok kenapa tidak langsung dibeli saja?”

Tidak Punya Jawaban Untuk Pertanyaan “Bagus Yang Mana?”

“Tidak apa-apa kalau hanya minta ditemani belanja, walaupun seringkali saya hanya jadi patung hingga pacar saya selesai belanja. Saya hanya kesal jika dia bertanya lebih bagus baju warna merah atau hijau, atau bagus mana tas ini atau ini.. Jujur saya tidak mengerti fashion, menurut saya semuanya bagus. Tetapi pacar saya justru ngambek kalau saya bilang ‘dua-duanya bagus’,”

Sebagai bocoran, pria memang lebih payah untuk urusan fashion. Jika Anda ingin membandingkan dua dress atau tas, jangan ajak pria, ajaklah sahabat wanita atau saudara perempuan Anda, saran dari mereka lebih bisa dipercaya.

Terlalu Ribet Membandingkan

“Saya heran dengan kebiasaan wanita yang memerlukan lebih dari 5 menit untuk membeli sabun mandi. Sedangkan saya hanya akan mempertimbangkan aroma yang pas dan harga yang oke. Tetapi pacar saya seringkali membandingkan aroma dengan sepuluh jenis sabun mandi lain, harga, promo, atau apakah sabun itu juga dipakai oleh teman-temannya. Terlalu banyak pertimbangan yang tidak perlu,”

 

Kategori
Shopping

Cara Hemat Pengeluaran Belanja Agar Tidak Boros

Cara Hemat Pengeluaran Belanja Agar Tidak Boros

Cara Hemat Pengeluaran Belanja Agar Tidak Boros – Terkadang orang akan memiliki naluri belanja yang sangat berlebih. Di saat setelah gajian contohnya. pasti sudah terpikir untuk membelanjakan uangnya untuk keperluan yang sudah di pendam.

Namun tidak semua orang juga yang dapat mengatur keuangan yang di dapat dengan baik.

Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan kamu dituntut untuk bisa mengatur uang dengan bijaksana.

Jangan sampai gajimu habis cuma buat nongkrong dan kebutuhan konsumtif yang hanya membuatmu semakin boros.

Lalu bagaimana cara hemat dalam berbelanja? Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Buat Daftar Belanja Harian dan Bulanan

Langkah paling awal adalah kamu harus membuat daftar belanja baik belanja harian maupun bulanan sebelum pergi ke pusat perbelanjaan. Kenapa? Ini penting sekali agar kamu tau apa prioritasmu dalam berbelanja.

Bisa saja tanpa daftar belanja maka kamu akan lebih tergoda dalam perang diskon yang harus kamu pilih.

Tentu saja itu bukan perkara mudah untuk menghindari tersebut maka usahakan fokus pada daftar belanja yang sudah kamu buat terlebih dahulu.

2.  Bawa Uang Sesuai Kebutuhan 

Setelah mempunyai daftar belanjaan maka hal yang harus kamu lakukan adalah membawa uang secukupnya sesuai dengan kebutuhan yang akan kamu beli.

Karena kalau kamu membawa uang banyak maka kamu gampang tergoda untuk membeli kebutuhan yang tidak perlu hanya dengan alasan masih memiliki uang di dompet.

Tujuan utama ini adalah agar kamu tetap fokus untuk mengendalikan pengeluaran agar terhindar dari boros. Bawa banyak uang pun juga bisa menjadi sasaran tindak kejahatan selain itu lebih gampang tergoda perang diskon.

Fokus adalah kunci utama

3. Hindari Menggunakan Kartu Kredit 

Apakah kamu terbiasa menggesek kartu kredit dalam berbelanja? Jika iya sudah saatnya kamu harus mulai menghentikan kebiasaan itu. Jika kamu membayar dengan kartu kredit maka kamu tanpa sadar bisa menambah pos pengeluaran dan merusak perencanaan keuangan yang sudah kamu buat.

Kamu harus mengeluarkan uang lebih untuk menambah pos pengeluaranmu. Kartu kredit juga bisa membuatmu semakin boros karena akan membuatmu terasa hemat tanpa mengeluarkan uang saat ini. Tapi perlu diingat tagihan kartu kredit bulan bulan yang akan datang. Maka gunakanlah dengan bijak.

4. Catat Pengeluaranmu Usai Berbelanja

Biasakanlah setiap selesai berbelanja kamu meminta bon kepada kasir untuk keperluan pencatatan pengeluaranmu selama berbelanja. Terkadang banyak orang yang setelah berbelanja kemudian tidak ingin mencatat pengeluarannya dari alasan males hingga menganggap tidak penting.

Cara ini sangatlah penting. Kenapa? Agar kamu dapat mengevaluasi biaya apa saja yang sudah kamu keluarkan dengan kebutuhanmu yang banyak. Tujuannya dapat memberikan gambaran besar berapa biaya belanja harian atau bulanan yang kamu keluarkan.

 

Kategori
Shopping

Tips Ampuh Untuk Kamu Yang Ingin Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Tips Ampuh Untuk Kamu Yang Ingin Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Tips Ampuh Untuk Kamu Yang Ingin Berbelanja Sesuai Kebutuhan – Semakin dewasa, semakin mikir dengan yang namanya bergaya. Rasanya, setiap penghasilan yang didapatkan hanya ingin ditabung saja.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan hidup penuh gaya atau fashionable. Dengan penekanan, jika kita memang memiliki biaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersier tersebut.

Namun, tindakan selanjutnya yang menentukan seberapa baik kita mengendalikan diri. Apakah kita memaksakan diri yang kemudian menjadi bumerang buruk pada diri sendiri? Berikut hal-hal kecil yang bisa dipertimbangkan kembali sebelum kamu berbelanja.

1. Pertimbangkan kembali manfaat atau kegunaan barang 

Apakah barang yang ingin dibeli tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Atau hanya untuk kepuasan diri sesaat.  Tak jarang, kita membeli barang hanya karena sedang mood belanja, merasa lebih baik setelah menghabiskan waktu dengan berbelanja, atau lebih parah lagi hanya karena ingin show off kepada sesama. Nah, mulai sekarang, pikirkan secara matang sebelum berbelanja ya.

2. Perhitungkan budget yang dimiliki 

Tentunya sebelum berbelanja kita harus memperhitungkan dana yang dimiliki. Menghabiskan uang untuk mendapat barang yang diinginkan memang menyenangkan, tapi, ada kalanya tetap merasa nyesek karena upaya menabung langsung sirna dalam satu kedipan mata.

Mungkin kita bisa menunda sedikit lebih lama sembari menunggu hasil tabungan mencukupi. Atau, jika memang barang itu untuk keperluan hidup saat ini juga, pastikan kita sudah memiliki perhitungan mantap untuk melakukan pelunasannya, ya.

3. Pentingnya memiliki list to buy 

Memiliki daftar belanja dapat mengontrol kita untuk tetap disiplin dalam koridor pengeluaran dana, misalnya dengan cara membuat list belanja skala bulanan.

Selain itu, daftar belanja juga berperan sebagai indikator skala prioritas belanja, seberapa butuh kita akan suatu barang.

Barang-barang yang lebih dahulu kita tulis menunjukkan betapa butuh kita atas barang tersebut. Hingga akhir kita menulis daftar belanja, akan ada momen dimana kita merasa “ini nggak usah dulu, deh

4 Miliki perencanaan untuk masa depan 

Memiliki rencana keuangan jangka panjang akan mendorong kita untuk berhemat diri secara alami. Misalnya, sudah terpikir untuk biaya menikah, membeli rumah, atau membeli kendaraan pribadi, pasti kita akan dapat menahan diri. Bagi penulis, hal ini terbilang ampuh.

Lambat laun, pemandangan di etalase baju tidak lagi menarik perhatian karena sudah ada pikiran “butuhnya rumah, bukan baju” atau “pengen beli mixer, bukan sepatu”. Perencanaan ini akan mencegah diri dari dorongan berbelanja barang ‘kecil-kecilan’ demi sesuatu yang lebih besar dan jauh lebih bermanfaat.

5. Miliki prinsip keuangan 

Terakhir dari sekian banyak tips lain di luar sana, prinsip menabung dan berbelanja wajib kita miliki. Kali ini, prinsip berbelanja berangkat dari pemikiran penulis pribadi. Saya memiliki prinsip untuk mengeluarkan uang hanya pada tiga hal, yaitu uang yang dikeluarkan untuk bersedekah, untuk orang tua dan keluarga, serta untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat.

 

Kategori
Shopping

Cara Kontrol Belanja Online, Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Cara Kontrol Belanja Online, Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Cara Kontrol Belanja Online, Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru – Beberapa hal yang sebetulnya harus dikendalikan semasa masuk masa penyesuaian rutinitas baru alias new normal. Bukan cuma rutinitas mempertahankan kesehatan, dan juga dalam soal mengelola keuangan supaya tidak kebablasan.

Banyak hal yang sebenarnya harus dikontrol selama memasuki era adaptasi kebiasaan baru alias new normal. Bukan hanya kebiasaan menjaga kesehatan, tapi juga dalam hal mengatur keuangan agar nggak kebablasan.

Ya berarti, janganlah sampai berlangsung besar pasak dibanding tiang ya! Nah di waktu epidemi konsumen setia berbelanja online bertambah serta pemakaian aplikasi berbelanja online turut naik naik sampai 300 %.

hal yang wajib kamu pertimbangkan sebelum belanja online di era adaptasi baru ini. Adalah menyoal kebutuhan. Berikut ada beberapa tips biar kamu nggak kebablasan belanja online:

1. Bikin Prioritas

Sebelum belanja, pastikan kamu lebih dulu mencatat atau membuat daftar kebutuhan dan masukkan ke skala prioritas. Hal ini penting dilakukan, agar ketika belanja kamu tidak tergoda untuk membeli barang yang bukan masuk ke daftar kebutuhanmu.

2. Bikin Anggaran

Setelah membuat daftar belanja, saatnya kamu membuat skema keuangan jelas mengenai anggaran yang dibutuhkan. Kira-kira berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli kebutuhan tersebut. Hal ini juga penting dilakukan agar ketika belanja, kamu nggak melampaui bujet yang sudah ditetapkan.

3. Manfaatkan Promo

Sejumlah e-commerce kini sudah membuat sejumlah promo untuk menarik para pembeli. Promo yang ditawarkan pun banyak macam, mulai dari potongan harga hingga gratis atau subsidi ongkos kirim. Nah, mulailah untuk memanfaatkan promo tersebut ya untuk meminimalisir pengeluaranmu di era adaptasi baru ini.

4. Jangan COD

Cash on delivery alias COD adalah salah satu metode pembayaran marketplace yang bekerja sama dengan jasa pengiriman barang. Meski punya keuntungan bisa dibayarkan saat barang datang namun meminimalisasi kontak fisik dengan orang asing saat ini jauh lebih penting untuk melindungi diri dari penyebaran kuman dan virus berbahaya.

Kategori
Shopping

Pusat Perbelanjaan Diprediksi Kelam Sampai Akhir Tahun

Pusat Perbelanjaan Diprediksi Kelam Sampai Akhir Tahun

Penyemprotan Desinfektan Mal Aeon Dery Ridwansah 3 - Pusat Perbelanjaan Diprediksi Kelam Sampai Akhir Tahun

Pusat Perbelanjaan Diprediksi Kelam Sampai Akhir Tahun – Nasib pusat perbelanjaan diperkirakan akan terus memburuk hingga akhir tahun 2020. Penurunan ini tidak lain dikarenakan dampak virus corona yang bahkan membuat sejumlah pusat perbelanjaan ditutup sementara.

“Untuk dampak periode tiga bulan (terakhir) belum terlihat. Penurunan dari Q4 (kuartal empat Oktober-Desember) 2019 ke Q1 2020 (Januari-Maret) relatif datar, tapi sampai 2020 akhir kemungkinan akan terus turun,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto dalam video conference, Rabu.

1. Nasib ritel atau mal di luar Jakarta lebih parah 

Ferry mengatakan tingkat hunian untuk ritel atau mal di luar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) bisa lebih buruk nasibnya. Ia menyebut tingkat hunian mal di Bodetabek paling rendah bisa menyentuh 75 persen.

“Kalau dari pasokan 2020 tahunan, di Jakarta dan paling banyak di Bodetabek. Di Jakarta penutupan lumayan, tapi ini berlaku di Jabodetabek,” jelasnya.

Namun ia menambahkan angka ini disebutnya bisa terkoreksi karena masih ada waktu sembilan bulan lagi.

2. Penundaan pembukaan mal baru 

Ferry juga melihat ada tanda-tanda akan tertundanya pembukaan mal. Hal ini imbas penundaan pekerjaan konstruksi termasuk jadwal operasi, terutama untuk mal-mal yang diperkirakan beroperasi setelah 2020. Saat ini, ada 11 proyek mal yang akan beroperasi di 2020, tujuh di antaranya di luar Jakarta.

“Penundaan opening (mal baru) itu bisa terjadi kalau mereka melihat kondisinya tidak terlalu baik. Mal yang ada tutup, gimana dia bisa buka mal yang baru,” ujar Ferry.

3. Permasalahan tarif sewa 

Tarif sewa ritel juga menjadi perhatian. Pada Q1 2020 asking price atau tarif permintaan sudah menurun. Artinya, dalam rata-rata harga aktual bisa turun lebih dalam lagi. Ferry mengatakan meskipun secara grafik ada kenaikan tarif sewa, ini dikarenakan karena ada mal yang baru akan beroperasi.

“Mereka dari awal sudah menentukan kira-kira tarif sewa sekian di mana tarif sewa lebih tinggi dibanding mal sebelumnya. Karena rata-rata tarif di atas rata-rata pasar,” katanya memaparkan.

Sejumlah pengelola mal telah mendapat surat permohonan penundaan pembayaran sewa dari para retailer. Hal ini dinilai juga merepotkan pemilik mal karena mereka punya kewajiban membayar investasi.

“Tapi keduanya harus cari win-win solution, penurunan tarif sewa tidak bisa dhindari, tapi sebaiknya ketemu untuk mendapatkan harga sewa yang wajar,” kata Ferry.

 

Kategori
Shopping

Kemenkeu Bakal Genjot Belanja

Kemenkeu Bakal Genjot Belanja

Kemenkeu Bakal Genjot Belanja, – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menggenjot belanja pemerintah sebagai upaya untuk memulihkan sektor kesehatan maupun ekonomi.

Pasalnya ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat mengalami pertumbuhan negatif 5,32 persen.

“Seiring dengan implementasi kebijakan kenormalan baru yang di berbagai daerah, akselerasi pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi diharapkan berjalan dengan percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Di kuartal III dan IV, belanja pemerintah sebesar Rp1.670,8 triliun terus digenjot untuk mendorong konsumsi pemerintah dan juga mendorong konsumsi rumah tangga melalui belanja perlindungan sosial. Program belanja perlindungan sosial sudah berjalan sebesar Rp85,51 triliun dan akan diperluas dan ditambah.

Antara lain dengan bantuan beras untuk penerima PKH Rp4,6 triliun mulai cair September, bantuan tunai Rp500 ribu untuk penerima Kartu Sembako di luar PKH Rp5 triliun akan cair Agustus, ketahanan pangan.

Dan perikanan Rp1,5 triliun, bantuan produktif untuk 12 juta UMKM atau Rp2,4 juta per UMK sebesar Rp28 triliun. Dan bantuan gaji Rp600 ribu untuk empat bulan bagi 13 juta pekerja, sebesar Rp31,2 triliun,” ungkapnya.

Penjaminan Kredit UMKM

Selanjutnya, program PEN sisi penawaran harus diperkuat. Kombinasi antara penempatan dana murah pada perbankan dengan penjaminan kredit UMKM serta penjaminan kredit korporasi padat karya diharapkan menggerakkan kredit.

Penempatan dana pada bank Himbara diharapkan dapat dilakukan leverage hingga tiga kali dalam jangka waktu tiga bulan, sementara untuk BPD dilakukan leverage dua kali.

Dengan demikian, dengan penempatan dana saat ini sebesar Rp30 triliun di bank Himbara dan Rp11,5 triliun di BPD diharapkan dapat di-leverage hingga Rp113 triliun.

“Dalam waktu dekat dapat dilakukan penempatan dana kembali pada bank-bank yang lain. Sementara melalui skema penjaminan kredit bagi UMKM dan korporasi padat karya, diharapkan akan dapat mendukung penyaluran kredit masing-masing Rp65 triliun hingga Desember,” jelas dia.

Febrio menambahkan, insentif sektoral juga harus diintensifkan. Insentif perpajakan seperti PPh 22 Impor, PPh 25, PPh Final PP 23. Dan Restitusi PPN dipercepat, telah dinikmati oleh 404.554 wajib pajak dengan nilai manfaat sebesar Rp16,56 triliun.

Manfaat paling tinggi dinikmati oleh sektor perdagangan, industri pengolahan dan transportasi dan pergudangan.

“Diharapkan akan membantu pemulihan sektor tersebut. Pemerintah juga memberikan tambahan bantuan kepada dunia usaha berupa Keringanan tagihan listrik untuk semua pelanggan industri, bisnis.

Dan sosial untuk Juli hingga Desember 2020 dengan nilai anggaran Rp3,1 triliun ini diharapkan menambah daya tahan perusahaan,” ujarnya.

“Aktivitas perekonomian di daerah juga harus terus didukung. Program pinjaman daerah yang dianggarkan sebesar Rp15 triliun telah diluncurkan.

Dan dimulai dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat sebesar Rp1,9 triliun dan DKI Jakarta Rp4,5 triliun. Program ini diharapkan bisa menggerakkan aktivitas perekonomian di daerah,” lanjut dia.